Saturday, May 12, 2012

Ketua DPR RI Marzuki Ali PERGURUAN TINGGI BELUM MAMPU MELAHIRKAN LULUSAN BERAHLAK MULIA

Dia benar dengan pernyataan ini. Perguruan tinggi perlu jujur mengakuinya. PT menciptakan lulusan yang pandai tapi tidak soleh, bukan negarawan sejati. perlu memasukkan mata kuliah pengembangan diri. Berikut ini cuplikan pidatonya :

Pernyataan itu disampaikan Marzuki saat menjadi pembicara, dan memberikan pidato dalam acara 'Masa Depan Pendidikan Tinggi di Indonesia' di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (7/5/2012). Berikut transkrip kutipan pidato Marzuki:

"Perguruan tinggi juga belum mampu melahirkan lulusan, apalagi yang katanya akhlak mulia. Apakah sih akhlak mulia? 

Kemarin kita bicara karakter dan sesuatu yang subjektif. Kenapa? Karena kita tidak punya keteladanan. Sesuatu yang harus dengan keteledanan, keteladanan dosennya, pemimpin-pemimpinnya, dan lingkungannya. Itu sangat penting.


Jadi, akhlak mulia itu kan subjektif, harus dengan contoh, harus dengan kebiasaan, (baik) dengan berpikir positif, berkata positif, berbuat positif. Jadi, itu harus dibiasakan dan dengan keteledanan, dan perlu diimplementasikan.


Kalau dulu, dosen kita itu kejar-kejaran. Mau kerjakan tesis saja kejar-kejaran. Kadang-kadang janji siang, enggak tepat. Bagaimana begitu, janji saja tidak tepat.


Setiap yang bobrok-bobrok yang kita hadapi, sehingga itu menjadi pertanyaan kita, bahwa perguruan tinggi juga belum bisa menghasilkan lulusan yang memiliki akhlak mulia dan karakter yang kuat, sehingga terjadi lah situasi sekarang ini, di mana yang korupsi-korupsi itu kan belajar, enggak ada yang bodoh, yang maling-maling itu orang-orang pintar semua, dan lulusan perguruan tinggi, ada anggota lCMI, anggota HMI, ada dari UI, ada dari Gajah Mada, IPB, semuanya terlibat.
Dan ini fakta. Kita harus berani mengatakan. Jangan kita membohongi diri kita. Itu hasil daripada proses pendidikan masa lalu yang harus kita ungkapkan. 


Kadang saya dibilang, bapak ini mencari benar saja, tidak mau bertanggung jawab. Saya tanya, yang korupsi ini usianya berapa, ada di atas 30 tahun, 40 tahun, itu sekolahnya kapan. Sekolahnya kan masa lalu, bukan sekarang. Itu bagian yang salah yang harus kita benahi, termasuk masalah akhlak mulia tadi.
Jadi, pemimpin itu harus jadi teladan. Pak Menteri harus jadi teladan di kementeriannya, Pak Rektor harus memberi keteladanan di kampusnya. Kita harus menjadi teladan di mana kita berada dan harus diimplementasikan, ada enggak  perbuatan kita yang merugikan negara? Itu yang harus jadi contoh. Kalau itu dilakukan, Insya Allah bangsa kita cepat berubahnya.


Karena itu, kita harus menyikapi akar masalahnya. Apakah akarnya literatur, akreditasi kelembagaan yang tidak terukur, apakah tenaga pendidikan yang belum terakreditasi, atau masalah lain.

Sempatkanlah untuk memberikan salam, kritik, tanggapan, sanggahan, saran, komentar, di kotak komentar. Gratis.....!
EmoticonEmoticon