Hidup itu bergerak. Bedanya orang mati dan orang hidup adalah gerakan atau denyutan nadi. Senua unsur di alam semesta ini bergerak. Semua planet bergerak teratur mengikuti lintasan tertentu dengan teratur. Jika manusia tidak mengikuti hukum alam ini maka akan terjadi ketidakserasian. Demikian juga secara pribadi dalam tubuh kita, jika kita tidak menjadikan otak,hati dan fisik kita bergerak mengikuti gerakan alam maka akan terjadi sesuatu yang membuat kita tidak stabil dalam kehidupan.


 Otak, hati dan fisik kita tidak digerakkan maka semua alat yang telah diberikan tuhan itu akan disfungsi atau kalau pisau tumpul karena tidak pernah diasah. Mengasah diri kita agar tetap tajam adalah hidup. Orang yang malas adalah orang yang bergerak dengan lambat dan dia akan tertabrak mobil yang dibelakang jika lintasan itu cepat.


 Semua unsur yang ada ditatasurya kita berjalan teratur di lintasan masing-masing dan tidak melenceng. Bumi dan planet berputar teratur pada porosnya, jika sebentar berhenti saja maka akan kacau semua lintasan itu. Demikian juga dalam tubuh manusia yang merupakan bagian dari alam semesta terdapat lintasan teratur yang terangkai dengan gerakan teratur, jika lintasan itu tidak normal maka orang itu sakit.
 Jika otak kita tidak dipakai maka akan berkarat. Jika hati kita tidak dipakai maka hati akan seperti batu. Jika fisik kita tidak pernah dipakai maka akan lumpuh. jika anda memberi mobil baru dan tidak pernah dipakai dan disimpan digudang dalam waktu lama maka akan berkarat dan rusak. Air yang tergenang merupakan sumber penyakit, tapi tidak yang mengalir.


 Maka alirkan semua komponen dalam diri kita agar sehat dan stabil hidup kita.
 Alam bergerak maka begitu juga seharusnya kita sebagai pribadi.
 Orang malas akan menderita di kemudian hari.
 Orang yang bergerak selalu akan sampai ke tempat yang dituju.